Coklat Aseli Indonesia Ada di CHOCOMORY

Sebagai penggila coklat, tentunya saya tidak ingin ketinggalan mengikuti acara kunjungan ke pabrik coklat yang diselenggarakan Komunitas YukMakan. Apalagi, saya baru tahu bahwa Indonesia mempunyai pabrik coklat sendiri, yang biji coklatnya merupakan hasil perkebunan Indonesia di pulau Jawa. Wah, kesempatan yang sungguh sayang untuk dilewatkan!

Para YukMakaners disambut dengan sukacita oleh Chocomory
Para YukMakaners disambut dengan sukacita oleh Chocomory

Yang membuat saya penasaran pastinya adalah kalimat ‘the first Belgian chocolate shop in Indonesia’ pada presentasi singkat mengenai pabrik itu. Kalau memang memakai biji coklat asli Indonesia, mengapa masih menggunakan embel-embel nama Belgia, dan kalau ternyata itu coklat impor dari Belgia mengapa harus buka toko di Indonesia? Soalnya saya masih ingat banget terakhir kali saya mengunjungi pabrik coklat ya di Italia (baca artikel saya: Coklat Baci Kebanggaan Italia), dan di sana dipaparkan ternyata biji coklat mentahnya mereka impor dari Indonesia! Jadi, saya makin bertanya-tanya, apa bedanya dengan pabrik coklat yang di Italia, dari segi pabriknya sendiri, display hingga toko.. Pokoknya saya harus datang!

 

Chocomory Coklat Asli Indonesia

So, pada Senin 19 Agustus yang lalu, saya bela-belain mengikuti serangkaian acara kunjungan ke Chocomory, meskipun untuk itu akhirnya saya tidak jadi mengajar, ha ha! Saya memang pernah sih mendengar kata Chocomory, tapi saya tidak ngeh itu apaan. Restorannya saja saya tidak tahu, he he he…

Pak Axel Sutantio dengan semangat menjelaskan asal-muasal idenya mendirikan Chocomory
Pak Axel Sutantio dengan semangat menjelaskan asal-muasal idenya mendirikan Chocomory

Ternyata, pabrik Chocomory ini baru didirikan sejak 3 Desember 2012, sehingga wajar belum banyak orang yang mengenalnya. Pemiliknya, Pak Axel Sutantio, adalah lulusan Teknologi Pangan dari Australia yang tergelitik untuk membuka toko dan pabrik coklat sendiri yang dapat dibanggakan oleh masyarakat Indonesia, terutama sejak ia mengunjungi negara di Eropa yang dikenal sebagai surga coklat dunia. Padahal, negara itu bahkan mengimpor biji coklat mentahnya dari Indonesia! Ya, karena biji coklat hanya bisa tumbuh di daerah tropis yang dilalui garis Katulistiwa! Jadi, sebenarnya nggak ada tuh namanya coklat Belgia, coklat Swis. Kedua negara itu hanya sebagai pemroduksi coklat jadi, namun berkualitas premium karena teknologi yang mereka gunakan untuk pengolahannya memang sudah sangat canggih.

Pak Axel Sutantio ingin mengajak semua masyarakat mengenal lebih dekat tentang coklat Indonesia yang diproduksi oleh orang Indonesia sendiri, oleh karena itu pabrik Chocomory dibuka untuk umum agar kita dapat belajar mengapresiasi coklat produksi dalam negeri. Malahan kita diberikan kesempatan untuk membuat coklat jadi dengan menggunakan alat-alat dan bahan yang mereka sediakan, loh, seperti yang sudah saya rasakan sendiri bersama YukMakaners ;). Pokoknya, sesuai banget deh dengan tagline Chocomory: Where Happiness Comes Alive. Makan coklat supaya gembira, dengan bahan-bahan berkualitas tinggi yang dibuat oleh para pegawai yang selalu ceria sehingga kita juga mendapatkan pengalaman yang bahagia.

 

Pabrik Coklat Yang Dibuka untuk Umum!

Chocomory adalah sebuah kompleks bangunan yang memanjang dan asri di kawasan Cisarua, Puncak. Selain pabriknya, kita juga dapat berbelanja coklat di tokonya yang didisain sangat cantik dengan lampu-lampu temaram, dan makan-makan di restorannya yang menyediakan menu-menu fusion Western dan Indonesia.

Kepingan Coklat (Pellet) sebagai bahan dasar Chocomory diimpor dari Belgia, meskipun biji coklatnya asli dari Indonesia
Kepingan Coklat (Pellet) sebagai bahan dasar Chocomory diimpor dari Belgia, meskipun biji coklatnya asli dari Indonesia

Pabriknya sendiri terletak di lantai dua sebelah kanan bangunan, persis di atas toko. Dengan display kaca yang transparan, kita dapat melihat mesin-mesin yang digunakan, coklat-coklat yang dihasilkan dalam berbagai bentuk, serta kemasan-kemasannya yang berwarna ceria tapi tetap elegan. Memang, sih, saya tidak menemukan mesin penggiling coklat berusia uzur seperti yang pernah saya lihat di Italia, karena bahan coklat yang dipakai di sini produk setengah jadinya sudah dibuat di Belgia dalam bentuk kepingan (pellet). Maka itu dinamakan Belgian chocolate, meskipun teteup yah, biji coklatnya, aseli Indonesia, bo’ !

Di dalam pabrik tersebut, kami diperlihatkan proses membuat coklat batangan dengan cara membubuhkan coklat leleh ke dalam cetakan plastik menggunakan kuas. Setelah diisi dengan kacang, disepuh kembali dengan coklat leleh hingga tertutup rata, kemudian coklat dimasukkan ke dalam lemari pendingin khusus sekitar 15 menit. Jangan sampai coklat terlalu beku dan keras, karena kita tidak akan mendapatkan rasa sebenarnya dari coklat itu. Apalagi kalau ia sampai bercampur dengan embun hasil kondensasi, wah… kemurnian rasanya sudah hilang, deh!

Siapa pun bisa mengunjungi pabrik Chocomory, dibuka untuk umum!
Siapa pun bisa mengunjungi pabrik Chocomory, bahkan ada workshop membuat coklat batangan sendiri!

Nah, ini baru kunjungan yang benar-benar berbeda dengan kunjungan saya ke pabrik coklat yang di Italia, karena di sini Pak Axel mengajak kami YukMakaners untuk ikut melihat proses pembuatan produk coklat jadi dari dekat, bahkan membuat produk coklat buatan kami sendiri! Sewaktu di Italia dulu, saya dan teman-teman hanya bisa melihat bagian dalam pabriknya dari luar kaca display. Ia juga menunjukkan kepada kami kepingan coklat yang diolah di Belgia sebelum dikiri ke Indonesia. Pak Axel mengatakan pabriknya terbuka untuk umum karena ia merasa tidak ada apa pun yang perlu disembunyikan.  Jadi, ayuk teman-teman, jangan sungkan untuk berkunjung ke Chocomory!

Chocomory – Cimory Riverside

Letak Chocomory di Cisarua yang dilintasi sungai Ciliwung
Letak Chocomory di Cisarua yang dilintasi sungai Ciliwung

Oya, untuk berkunjung ke Chocomory caranya mudah. Anda tinggal naik angkutan umum dari Bogor arah Cisarua. Kalau pergi ke Bogornya ? Bisa naik kereta, bus antarkota seperti Agramas atau bus lainnya. Letak bangunannya ada di pinggir jalan, satu kompleks dengan restoran Cimory Riverside. Mengapa dinamakan Cimory Riverside? Karena kawasannya yang persis bersebelahan dengan Sungai Ciliwung dan hutan tropis (Cimory dari bahasa Jepang yang artinya hutan), sehingga sambil bersantap di restoran kita dapat menikmati suasana alam yang tenang khas perbukitan dan hutan, dengan suara derasnya aliran air sungai.

Terima kasih untuk YukMakan yang sudah berbagi kebahagiaan dengan kami semua di Chocomory. Happines comes alive banget deh… ;p

Kontak Chocomory:

Facebook: CHOCOMORY

Twitter: @ChocomoryChoco

Whatsapp: 0812-1240-7500

BB Pin: 25B4C419

Teman-teman yang mengirim kritik, saran, dan komentar di akun tersebut di atas akan mendapat hadiah dari Chocomory, loh.

Advertisements

One Comment Add yours

  1. nurul dwi larasati says:

    Belum pernah si ke toko Chocomory coklat,tapi sering lewatin kalo mau ke puncak.keren tempatnya,sejuk suasananya.pasti betah makn coklat disini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s