Mengenal Citarasa Kuliner Thailand

Budaya negeri Gajah Putih yang dibawa ke Indonesia turut menyemarakkan khazanah kebudayaan Asia Tenggara di Tanah Air. Tidak hanya film dan pesona wisatanya, Thailand juga dikenal oleh masyarakat Indonesia melalui berbagai macam kulinernya yang tidak asing di lidah kita. Terutama, bagi mereka yang menyukai masakan bercitarasa asam, manis, segar, gurih sekaligus pedas. Sebut saja Tom Yam yang berupa sup berkuah merah dengan menu utama seafood seperti cumi dan udang, nyam….

Gajah Putih, julukan untuk negeri Thailand. Orang Thailand juga sangat mengagungi dewa-dewa mereka termasuk patung-patung yang diletakkan di salah satu sisi restoran ini. Sementara, seorang koki mengawasi dari belakang, kuatir kalau patungnya saya utak-atik. (foto: dokpri. lokasi: Resto Thai Alley Pacific Place Jakarta)
Gajah Putih, julukan untuk negeri Thailand. Orang Thailand juga sangat mengagungi dewa-dewa mereka termasuk patung-patung yang diletakkan di salah satu sisi restoran ini. Sementara, seorang koki mengawasi dari belakang, kuatir kalau patungnya saya utak-atik. (foto: dokpri, lokasi: Resto Thai Alley Pacific Place Jakarta)

Saya sendiri mulai mengenal kuliner Thailand secara tidak langsung melalui masakan negeri tetangganya ketika mengunjungi Myanmar sekitar tahun 2002 (sudah lama sekali ya 😀 !). Maksudnya tidak langsung, karena banyak orang di sana bilang bahwa masakan Myanmar mirip sekali dengan masakan Thailand yang sama-sama bercitarasa asam manis pedas sekaligus segar. Sama seperti Thailand, Myanmar juga gemar menghidangkan makanan laut seperti ikan, cumi, dan ganggang laut. Sayangnya, hingga saat ini saya belum berkesempatan mengunjungi negeri mendiang Raja Bhumibol itu, selain hanya singgah sebentar di bandaranya ketika dalam perjalanan menuju Eropa.

Kuliner Thailand yang identik dengan masakan laut  atau seafood memang harus dihidangkan dalam keadaan segar supaya tidak tercium bau amis. Oleh karena itu, jarang-jarang saya mencicipi masakan Thailand di Indonesia kecuali kalau kepaksa banget, sebab kalau tidak pandai-pandai memasaknya, ya… kesegarannya tidak terasa. Citarasa yang segar ini ditambah pula dengan bumbu-bumbu yang membuat masakan Thailand berbau harum menggoda khas rempah-rempah, seperti serai, daun jeruk, cabai, jeruk nipis, lengkuas, serta beberapa rempah dedaunan khas Thai lainnya.

Di bawah ini segelintir masakan khas Thailand yang pernah saya coba saat mengikuti acara sebuah komunitas penggemar kuliner beberapa waktu yang lalu di sebuah restoran Thai di Jakarta:

  1. Tom Yam Talay, atau Spicy Thai Seafood Soup yang khas dengan kuah berwarna merah serta daging seafood sebagai isinya. (foto: dokpri)
    Tom Yam Talay, atau Spicy Thai Seafood Soup yang khas dengan kuah berwarna merah serta daging seafood sebagai isinya. (foto: dokpri)

    Tom Yam Talay 

    Daun Rak Phak Chi untuk mengurangi bau anyir. (foto sumber: femina.co.id)
    Daun Rak Phak Chi untuk mengurangi bau anyir. (foto sumber: femina.co.id)

Disebut juga Spicy Thai Seafood Soup, berupa sup berkuah merah yang pedas berisi menu seafood seperti cumi dan udang. Anda yang penggemar makanan pedas atau makanan berkuah yang segar-segar pastinya tidak asing dengan masakan ini, tapi memang tidak semua orang bisa memasak Tom Yam dengan enak tanpa bau anyir (termasuk saya :D).

Ternyata, salah satu jenis rempah yang membuat Tom Yam terasa harum eksotis adalah daun Rak Phak Chi, yang berfungsi mengurangi bau anyir pada makanan laut.

 

Pad Kraprao Neua alias daging sapi cincang yang sama sekali tidak terasa eneg. (foto: dokpri)
Pad Kraprao Neua alias daging sapi cincang yang sama sekali tidak terasa eneg. (foto: dokpri)

2.  Pad Kraprao Neua

Bai Krapao atau daun basil yang biasa digunakan sebagai campuran tumis. (foto: femina.co.id)
Bai Krapao atau daun basil yang biasa digunakan sebagai campuran tumis. (foto: femina.co.id)

Menu ini adalah kata lain untuk daging sapi cincang yang dimasak dengan cara ditumis. Meskipun berbahan daging sapi, masakan ini sama sekali tidak berbau prengus dan tidak terasa eneg berkat bumbu rempah cabai dan daun holy basil yang dalam bahasa Thai disebut bai krapao.

Selain itu ada bumbu-bumbu lainnya yang dipakai seperti saus tiram, bawang putih dan kecap. Sementara bahan lainnya ada kacang panjang yang dipotong kecil-kecil (jika mau ditambahkan), dan biasanya dihidangkan bersama telor ceplok.

 

3. Yam Mamuang

Yam Mamuang atau salad mangga yang menyegarkan! (foto: dokpri)
Yam Mamuang atau salad mangga yang menyegarkan! (foto: dokpri)

Nama lain untuk salad mangga, biasanya dihidangkan sebagai menu pembuka atau appetizer dengan tampilan daging buah mangga yang diiris tipis-tipis dan panjang, dilengkapi irisan kacang mete. Salad ini terasa lebih segar lagi dengan adanya bumbu rajangan bawang merah, cabai yang dirajang kasar, serta potongan daun selada. Nyaam…

Rasanya? Kecut asam manis dan segaaar. Bagi penyuka manisan lalapan, menu Yam Mamuang ini pastinya cocok banget di lidah.

Kalau tadi saya berbicara makanan, sekarang giliran minuman khas Thai yang saya ulik di sini. Dua di antaranya adalah:

Kati Sod atau es krim kelapa yang dihidangkan di dalam irisan batok kelapa muda. (foto: dokpri)
Kati Sod atau es krim kelapa yang dihidangkan di dalam irisan batok kelapa muda. (foto: dokpri)

4. Kati Sod

Es krim khas Thailand ini berciri khas dihidangkan dalam irisan batok kelapa muda. Es krimnya sendiri beraroma kelapa muda yang segar dan manis, serta daging kelapanya terasa lembut.

Kati Sod bisa dihidangkan dengan berbagai jenis topping di atasnya, seperti buah kolang-kaling, biji jagung, irisan kacang tanah, dan krong-krang ball yaitu semacam agar jelly.

teh-tarik
Thai Tea yang mirip-mirip Teh Tarik, dibuat dari teh ceylon atau teh lokal yang dicampur dengan susu. (foto: dokpri)

5. Thai Tea

Teh a la Thailand ini sepintas penampilannya mirip-mirip Teh Tarik dengan warna cokelat muda seperti susu cokelat. Memang sih ramuan minuman ini berupa teh yang dicampur dengan susu kental manis (condensed milk), bisa juga dengan susu segar biasa tanpa gula (evaporated milk) atau susu dari hasil perasan daging buah kelapa (coconut milk).

Tehnya bisa berasal dari Ceylon Tea yang beraroma kuat, atau teh lokal yang diberi pewarna alami sehingga menampilkan warna kuning atau oranye cerah, dan beraroma vanila atau kayu manis.

Itu tadi beberapa makanan dan minuman yang menjadi kuliner khas Thailand yang pernah saya cicipi, meskipun jujur… hingga saat ini saya belum pernah merasakannya langsung di negeri Gajah Putih. Ada satu lagi makanan khas Thailand yang belum kesampaian hingga saat ini untuk saya coba, yaitu Mango Sticky Rice yang katanya ueenaak tenan! Konon, belum sah menjadi penyuka kuliner Thai kalau belum mencoba menu buah mangga manis yang dihidangkan bersama dengan nasi ketan dan kuah santan ini. Duh… siapa yang mau berbagi Mango Sticky Rice sama saya 😀 ? ***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s