Cirebon, Kota Tren Tujuan Wisata Baru

Sejak beberapa bulan terakhir di awal tahun 2016, saya ada niatan ingin berwisata ke Cirebon, berhubung banyak media seperti majalah dan televisi sering memberitakan destinasi wisata baru ke kota pesisir tersebut. Namun, keinginan itu akhirnya baru terwujud saat long weekend di akhir bulan Maret 2016, bertepatan dengan hari ulang tahun saya.

Saya berpose di depan bangunan utama Keraton Kasepuhan Cirebon
Saya berpose di depan bangunan utama Keraton Kasepuhan Cirebon

Sebetulnya, Cirebon bukan kota yang terlalu asing buat saya. Jaman saya masih kecil, sekitar tahun 90-an, saya sering sekali melewati kota itu bersama-sama keluarga: ayah, ibu dan kakak-kakak, dalam rangka pulang kampung ke kota mbah dan eyang saya di Pekalongan serta Solo. Letaknya yang berada di pesisir utara dan masuk ke dalam jalur Pantura, menjadikan Cirebon sebagai kota yang pasti selalu kami lalui setiap tahun saat mudik Lebaran, selain kota-kota lainnya di jalur pantura. Dan satu hal yang saya ingat setiap kali melalui Cirebon adalah: macetnya yang luar biasa, he he he…  Ya, Cirebon lebih dikenal sebagai kota persinggahan ketimbang kota wisata, setidaknya pada saat itu. Hal yang sama juga selalu dikatakan ayah ibu saya, dan orang-orang yang mudik ke Jawa dengan kendaraan pribadi. Jadi, kami memang melalui pinggir kotanya saja, sebatas numpang lewat, tanpa melakukan tur-tur atau kunjungan seharian penuh untuk mengetahui potensi-potensi wisata yang terdapat di dalamnya.

Ketika kunjungan long weekend kali ini dengan teman saya, lagi-lagi Cirebon dilanda macet yang cukup panjang dengan deretan mobil-mobil pribadi berplat nomor B, F atau D selain tentunya plat nomor lokal E. Beruntung saya dan teman saya memutuskan untuk naik kereta dari Jakarta ketimbang harus mengarungi lautan lalu lintas jalur pantura dengan mobil sewaan. Namun, namanya juga long weekend, ide berakhir pekan di Cirebon juga diputuskan secara mendadak sehingga kami tidak kebagian tiket kereta hari Kamis sore maupun Jum’at pagi. Harga-harga tiket pun melonjak lumayan, yang kalau harga normalnya bisa dapat di bawah Rp 100 ribu, kali ini kami harus membayar total Rp 225 ribu untuk 2 tiket kelas eksekutif. Itu juga kami ambil yang paling murah. Tapi, keuntungannya kami tidak terjebak macet di sepanjang jalan, sih.

Salah satu kuliner khas Cirebon: Nasi Jamblang yang dibungkus daun jati
Salah satu kuliner khas Cirebon: Nasi Jamblang yang dibungkus daun jati

Meskipun begitu, jika banyak orang menyebut Cirebon sebagai tujuan wisata baru yang sedang naik daun, itu juga memang benar. Selama berlibur akhir pekan long weekend di sana, seperti yang sudah saya sebutkan di atas, saya banyak menemukan kendaraan pribadi asal Jakarta, Bogor dan Bandung. Tidak sekadar lewat, melainkan juga bermalam di kota pesisir berpenduduk sekitar 300.000 jiwa ini. Hotel tempat kami menginap, yang termasuk jenis budget hotel dan baru berdiri tahun 2015, juga dipadati mobil-mobil berplat B.  Tempat-tempat wisata budaya dan wisata kuliner pada hari Sabtu dan Minggu juga dibanjiri turis lokal, baik dari dalam Cirebon sendiri maupun dari luar kota.

Kalau memang potensi pariwisata di kota tempat bermukimnya Sunan Gunung Jati terus digarap dengan baik, saya rasa Cirebon akan semakin dibanjiri wisatawan dari luar kota, bahkan dari luar pulau sebagai salah satu tempat alternatif pilihan berwisata. Semoga saja tu ini bisa membantu, tidak hanya buat mereka yang ingin jalan-jalan ke Cirebon, melainkan juga untuk pemerintah daerah setempat untuk semakin mengembangkan sektor pariwisata kotanya dengan serius.

ITINERARI PERJALANAN WISATA DI CIREBON

Peta kota Cirebon yang saya andalkan dari kamar hotel :D
Peta kota Cirebon yang saya andalkan dari kamar hotel 😀

Saya sertakan juga rincian biaya di kolom paling kanan serta alternatif pilihan transportasi dan akomodasi lainnya. Perlu diingat bahwa itinerari yang saya buat ini sifatnya fleksibel yah, artinya Anda sendiri pun bebas membuat itinerari yang sesuai dengan gaya perjalanan dan kemampuan finansial masing-masing.Berikut adalah itinerari perjalanan yang saya rekam selama berwisata long weekend di Cirebon tanggal 25-28 Maret 2016 yang lalu berdua dengan teman saya. Jika Anda pergi bertiga atau berempat orang, bahkan lebih, beberapa biaya seperti penginapan dan sewa mobil dapat ditekan lebih rendah. Selain itu, jika Anda memilih bepergian pada hari biasa (weekdays), biaya perjalanan dari dan ke Cirebon lebih murah lagi. Kebetulan saya tinggal di Jakarta, maka saya mengambil titik keberangkatan dari kota Jakarta. Begitu juga dengan pulangnya.

HARI

& TANGGAL

ITINERARI RINCIAN BIAYA KETERANGAN
Jum’at, 25 Maret 2016 Jakarta – Cirebon

Bertolak dari Jakarta dengan naik kereta Argojati kelas eksekutif jam 17.15. Tiba di Cirebon malam hari pukul 19.58, langsung check-in hotel dekat stasiun Kejaksan.

 

 

Tiket Argojati kelas eksekutif Jakarta-Cirebon

Rp 185.000,00/orang.

 

 

 

 

 

Hotel Neo Samadikun Standard Room Twin Bed Rp 350.000,00/malam (+ breakfast Rp 50.000,00)

 

Alternatif kereta lainnya Jakarta-Cirebon ada Cirebon Express mulai dari Rp 90.000,00 untuk kelas bisnis, Rp 120.000,00 untuk kelas eksekutif.

 

Saya memesan hotel Neo Samadikun melalui situs agoda.com. Anda juga bisa memesan langsung ke hotelnya dengan rate mulai Rp 400 ribuan per malam, sudah termasuk sarapan. Hotel ini satu grup dengan Aston dan baru berdiri bulan April 2015. Terletak di Jalan Kapten Samadikun, yang berjarak 900 meter saja dari stasiun.

 

Pilihan budget hotel lainnya dekat stasiun,  daerah Kejaksan ada Amaris dan Metland Hotel.

Jika Anda mau menginap di pusat kota, tersedia pilihan hotel bintang tiga hingga empat seperti Aston, The Luxton, Grage Hotel, Swiss-Belhotel.

Sabtu, 26 Maret 2016 Cirebon city tour part 1

Sarapan dekat hotel, dilanjutkan dengan kunjungan ke Keraton Kasepuhan Cirebon, kulineran Nasi Jamblang Mang Dul di daerah Cipto, belanja di Batik Trusmi.

 

 

Untuk city tour, jika Anda tidak membawa mobil sendiri, saya sarankan sebaiknya Anda menyewa mobil karena di kota ini jarang ditemukan taksi. Layanan gojek online pun juga tidak ada.

Saya berdua dengan teman pada awalnya menggunakan becak, namun melihat kota Cirebon yang lumayan luas (sekitar 37 km2) akhirnya kami menggunakan taksi Bhineka.

 

Taksi Bhineka adalah satu-satunya taksi yang ditemukan di Cirebon dan bentuknya berupa sebuah mobil mini-van yang dapat menampung hingga maksimal 8 orang. Untuk mendapatkannya pun harus dipesan terlebih dahulu melalui telepon di nomor (0231) 8300 850.

Minggu 27 Maret 2016 Cirebon city tour part 2

Sarapan dekat hotel, lalu mengunjungi Gua Sunyaragi, beli batik lagi di Kompleks Batik Trusmi, dilanjutkan makan siang empal gentong dan empal asem di sekitaran Jalan Juanda.

Tur siang hingga sore hari ke makam Sunan Gunung Jati, dilanjutkan ke Mesjid Merah. Foto-foto di depan gedung Bank Indonesia dan Kantor Pos Indonesia, museum British American Tobacco, kelenteng Dewi Welas Asih.

Sore hingga malam hari berburu oleh-oleh di daerah Pecinan: Pusat Oleh-Oleh Daud, Pangestu, dll.

Makan malam kulineran nasi lengko Haji Barno di jalan Pagongan.

 

 

 

Jasa persewaan mobil di Cirebon bisa dengan mudah Anda temukan di internet.

Atas kebaikan hati sang pengemudi di hari pertama tur, saya dan teman saya akhirnya menggunakan jasa taksi Bhineka juga untuk hari kedua dengan pengemudi yang sama, yaitu Bapak Doni, dengan tarif lebih bersahabat.

Bapak Doni menawarkan paket satu hari penuh (kami berangkat jam 9 pagi dan kembali ke hotel jam 8 malam) dengan biaya Rp 500.000,00 all inclusive: mobil, supir, bensin, uang lelah dan uang makan supir.

 

Bapak Doni bisa dihubungi di nomor 0851 0134 6344

Senin, 28 Maret 2016 Cirebon – Jakarta

Sarapan di hotel, lalu bertolak ke stasiun untuk kembali ke Jakarta dengan kereta Cirebon Express. Berangkat pukul 10, tiba di Gambir pukul 13.15.

 

 

Tiket Cirebon Express Cirebon-Gambir kelas bisnis Rp 90.000,00/orang. Jika Anda mengambil kelas eksekutif pada hari biasa, tarifnya Rp 120.000,00/orang.

 

Ayo kita berkunjung ke Cirebon! 😉 ***

 

 

 

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. Windhu says:

    Yuk ke Cirebon lagi….

    1. dinamars says:

      Lah baru pulang juga dari Cirebon 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s