Roadshow Douce France Mempromosikan Pariwisata Prancis

Mengamati banyaknya wisatawan Indonesia yang memilih melancong ke Prancis, terutama kota Paris, maka Badan Pariwisata Prancis yang disebut Atout France menyelenggarakan roadshow untuk mempromosikan pariwisata Prancis di beberapa ibukota negara-negara ASEAN, termasuk di Jakarta, Indonesia. Roadshow bertajuk Douce France, yang artinya Prancis yang lembut dan manis (douce bahasa Prancis untuk kata lembut atau manis) dimulai di kota Jakarta tanggal 20-21 November 2016 yang bertempat di hotel Pullman Thamrin.

Douce France, promosi dari Badan Pariwisata Prancis-Atout France ke beberapa negara ASEAN. (foto: dokumentasi Atout France)
Douce France, promosi dari Badan Pariwisata Prancis-Atout France ke beberapa negara ASEAN. (foto: dokumentasi Atout France)

Pertemuan dengan awak media yang berlangsung di pagi hari dilanjutkan dengan pameran tertutup bagi para biro perjalanan untuk mendiskusikan proyek-proyek atau paket-paket pariwisata dengan berbagai mitra Atout France. Mitra-mitra dari badan pariwisata yang baru beroperasi kembali sejak tahun 2009 (dan mulai membuka cabang di Jakarta tahun 2015) dan hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Air France-KLM, Rail Europe, La Vallee Village, Club Med, Disneyland Paris dan Croisieurope.

Mengapa Prancis menggenjot wisatawan dari ASEAN, terutama Indonesia? Menurut Morad Tayebi, Direktur Regional Atout France untuk kawasan ASEAN mengemukakan bahwa tercatat ada sekitar 600.000 pengunjung yang berasal dari ASEAN hingga pertengahan tahun 2016, dan menjadi pasar kedua wisata Prancis terbesar setelah Cina. Wisatawan Indonesia sendiri pada tahun 2015 tercatat ada sekitar 120.000 orang yang berkunjung ke Prancis, dengan jumlah perolehan visa Schengen melalui Kedutaan Prancis meningkat hingga 50%.

Morad Tayebi, Direktur Regional Atout France menyebutkan bahwa jumlah wisatawan ASEAN ke Prancis meningkat hingga 120.000 orang hingga pertengahan 2016. (foto: dokpri)
Morad Tayebi, Direktur Regional Atout France menyebutkan bahwa jumlah wisatawan ASEAN ke Prancis meningkat hingga 120.000 orang hingga pertengahan 2016. (foto: dokpri)

Yah, berdasarkan pengamatan saya sendiri beberapa kali mengunjungi negara itu baik untuk kuliah maupun tugas dinas ketika masih bekerja kantoran, rata-rata wisatawan Indonesia tertarik berkunjung ke Prancis terutama untuk memborong barang-barang bermerek. Oleh sebab itu, mitra-mitra yang didatangkan pun menyasari konsumen kalangan menengah atas, dengan produk-produk eksklusif yang ditawarkan seperti boat cruise (atau menjelajahi Prancis dengan kapal pesiar) melalui CroisiEurope, paket liburan untuk keluarga sesuai permintaan atau tailor-made yang dibuat ClubMed, atau wisata ke Disneyland Paris komplit dengan penginapan dan tranasportasi. Berhubung wisatawan Indonesia sangat suka berbelanja barang bermerek dengan harga miring, maka kawasan khusus di pinggiran kota Paris La Vallee Village yang menjual berbagai branded bag, sepatu dan baju seperti Longchamp, Zadig&Voltaire, Jimmy Choo dan lain-lain, juga ikut berpromosi dalam acara ini. La Vallee Village jaraknya hanya 35 menit dari Disneyland Paris dan para pemilik toko serta butik di sana sering kedatangan turis Indonesia yang berbelanja dalam jumlah besar. Tidak tanggung-tanggung, beli satu merek tas saja bisa 5 hingga 10 biji!

Roadshow Douce France ke beberapa negara ASEAN selama bulan November 2016 dan mitra-mitra yang berpartisipasi. (foto: dokpri)
Roadshow Douce France ke beberapa negara ASEAN selama bulan November 2016 dan mitra-mitra yang berpartisipasi. (foto: dokpri)

Selain mempromosikan tempat belanja dan hiburan keluarga yang sudah ada, Atout France juga mengenalkan beberapa tempat wisata baru lainnya yang rencana akan dibuka sepanjang tahun 2017. Misalkan saja pembukaan museum Yves Saint Laurent (disingkat YSL-disainer kebanggan Prancis) di kota Paris, pembukaan shopping outlet baru di daerah Normandie bernama Honfleur Normandy Outlet, Cite de la Gastronomie di kota Lyon sebagai kampung halaman Paul Bocuse–chef ternama Prancis, dan masih banyak lagi. Selain itu, ada yang baru dari RailEurope TGV–kereta tercepat di dunia dengan kecepatan 320 km/jam–yaitu diluncurkannya TGV Ocean untuk rute Paris-Toulouse dengan lama perjalanan 4 jam 7 menit saja. Perlu diketahui bahwa jarak dari kota Paris ke Toulouse adalah sekitar 679 kilometer atau sekitar 6 jam perjalanan dengan mobil.

Kereta TGV Ocean yang akan diluncurkan tahun 2017 mengantarkan penumpang dari Paris ke Toulouse dalam waktu 4 jam 17 menit saja. (foto: dokumentasi Atout France)
Kereta TGV Ocean yang akan diluncurkan tahun 2017 mengantarkan penumpang dari Paris ke Toulouse dalam waktu 4 jam 17 menit saja. (foto: dokumentasi Atout France)

Dengan semakin ditingkatkannya fasilitas dan pelayanan bagi para wisatawan asing, Prancis hendak menjawab kegelisahan sebagian masyarakat internasional mengenai keamanan di negara yang akhir-akhir ini sering dilanda teror. Saya sendiri merasakan perjalanan ke Prancis  dalam rangka perjalanan dinas tepat sebulan setelah terjadinya peristiwa tembak-menembak dan pemboman di kota Paris. Memang lebih banyak tentara yang berjaga-jaga setiap hari, penjagaan di bandara dan stasiun pun lebih ketat, bahkan di pusat-pusat perbelanjaan. Namun alhamdulillah saya tetap baik-baik saja dan selamat hingga kembali ke Indonesia :).

Para awak media berbincang dengan perwakilan mitra-mitra Atout France sesudah konferensi pers di Pullman Thamrin Jakarta, 21 November 2016. (foto: dokpri)
Para awak media berbincang dengan perwakilan mitra-mitra Atout France sesudah konferensi pers di Pullman Thamrin Jakarta, 21 November 2016. (foto: dokpri)

Bahkan selama ber-solo travelling, ada saja yang menawarkan bantuan membawakan tas atau koper, apalagi yang nolongin kebanyakan ganteng-ganteng, hihihi.. Lucunya, kontrol pengawasan terhadap para pengunjung yang memasuki pusat perbelanjaan masih dilakukan secara manual alias nggak pakai mesin detektor, loh! Selain itu, saya pernah memasuki supermarket di dalam stasiun kereta menjelang jam tutup dan mendapati petugas satpam berkulit hitam dengan tubuh gempal memeriksa tas saya ogah-ogahan dengan wajah mengantuk, ha ha ha…

Yah, Prancis memang sudah saatnya untuk berbenah lebih baik lagi jika ingin meningkatkan kembali kunjungan para wisatawan ke negeri romantis ini. Baik dari keramahan penduduk, fasilitas, layanan, dan keterbukaan terhadap orang asing. Donc, bon voyage! ***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s