Wisata Jakarta, Enjoy The Lovely Jakarta

Meskipun sudah beberapa kali saya berkeliling ikon-ikon wisata di Jakarta, acara jalan-jalan keliling Jakarta pada hari Sabtu 22 Oktober 2016 yang lalu terasa berbeda. Dimulai dari jalan santai ke Balai Kota Jakarta untuk melihat rancangan proyek Jakarta Smart City langsung dari dapurnya, dilanjutkan mengarungi jalanan ibukota dengan naik bus tingkat wisata yang dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta sampai ke Kota Tua, dan berakhir dengan menyambangi Monas pada malam hari sambil melihat pemandangan kota Jakarta yang diterangi kerlap-kerlip cahaya lampu gedung-gedung bertingkat dari puncak monumen.

Rombongan ID Corners menikmati jelajah ibukota Jakarta dengan cara baru ;) ! (foto: Ulu - Bandung Diary)
Rombongan ID Corners menikmati jelajah ibukota Jakarta dengan cara baru 😉 ! (foto: Ulu – Bandung Diary)

Acara jalan-jalan ke tiga tempat ini digagas oleh komunitas Indonesia (ID) Corners yang bertajuk Jakarta Night Journey, berlangsung mulai dari jam 1 siang hingga sekitar jam 7 malam, bersama 40 orang blogger yang hobi jalan-jalan dan foto-foto (narsis :p). Kebayang dong kalau para blogger jalan-jalan rame-rame, pasti socmed-nya akan penuh dengan berbagai apdet status di twitter, facebook dan foto-foto terbaru dengan setting tempat-tempat yang dirasa instagrammable, bukan sekadar untuk pamer. Semua itu dilakukan demi mempromosikan ibukota tercinta yang kian hari semakin ramah bagi para wisatawan, pejalan kaki, pengguna transportasi umum, bahkan bagi keluarga dan anak-anak.

Jakarta Smart City, Jakarta yang Mudah Diakses Bagi dan Oleh Warga

Kunjungan pertama ke markasnya Jakarta Smart City (disingkat JSC) yang terletak di lantai 3 Blok B Gedung Balaikota Jakarta. Disambut dengan hangat oleh Pak Daniel, salah seorang staf ahli yang hari itu sedang bertugas, rombongan ID Corners mendapat penjelasan cukup banyak mengenai konsep JSC. Jadi, JSC itu adalah semacam portal interaktif yang berisi informasi termutakhir mengenai berbagai hal yang dibutuhkan warga Jakarta, mulai dari harga sembako di beberapa pasar, harga jual tanah di beberapa titik di Jakarta per meternya, bahkan ketersediaan kamar rawat inap di berbagai rumah sakit-rumah sakit di Jakarta. Warga Jakarta pun bisa melaporkan pengaduan mengenai berbagai permasalahan yang menyangkut kepentingan umum melalui portal JSC ini, seperti banjir, pelayanan di kantor kelurahan, kemacetan, sampah, jalan rusak, dan banyak lagi. JSC juga dapat diakses melalui aplikasi ponsel berbasis Android maupun iOS seperti QLUE, Zomato, iJakarta, GoFood, RagunanZoo, Trafi, Informasi Pangan Jakarta.

melongok 'dapur-nya Jakarta Smart City di dalam gedung B, Balaikota Jakarta. (foto: dok.pri)
melongok ‘dapur-nya Jakarta Smart City di dalam gedung B, Balaikota Jakarta. (foto: dok.pri)

Pemprov DKI berharap, dengan adanya portal JSC ini, masyarakat bisa lebih antusias lagi dalam berpartisipasi memanfaatkan layanan data, aplikasi, serta memberikan masukan, kritikan dan saran yang membangun. Tapi terbukti sih respons positif dari masyarakat sejak tahun 2016, sudah ada sekitar 9 ribu pengunjung yang memanfaatkan portal JSC dan 300 ribu orang yang mengunduh beberapa aplikasi yang terintegrasi dengan JSC. Keren, kan! Portal JSC dapat diakses di sini ya: smartcity.jakarta.go.id.

jelajah isi gedung utama Balaikota Jakarta yang sudah berdiri sejak tahun 1800-an. Antik banget, berasa kayak di cityhall di luar negeri, huehehe... (foto: dok.pri)
jelajah isi gedung utama Balaikota Jakarta yang sudah berdiri sejak tahun 1800-an. Antik banget, berasa kayak di cityhall di luar negeri, huehehe… (foto: dok.pri)

Setelah menyimak wejangan dari Pak Daniel, rombongan ID Corners sempat berpencar sejenak untuk menjejakkan kaki di bangunan utama Gedung Balaikota Jakarta yang berdisain bangunan Belanda, dengan ciri khas pilar-pilar tinggi dan teras berbentuk pendopo. Ada yang mengatakan bangunan ini sudah dibangun sejak sekitar abad ke-18, ada juga sumber yang menyebutkan di awal tahun 1900-an. Yah, kapan pun tahunnya, kalau saya sih senang sekali sebagai warga biasa akhirnya bisa memasuki salah satu bangunan pemerintah yang termasuk bersejarah. Bagaimana nggak bersejarah kalau foto-foto yang dipampang di dalam ruang tengah merupakan orang-orang hebat yang pernah menjadi gubernur DKI Jakarta, seperti Ali Sadikin, Henk Ngantung, Wiyogo Atmodarminto, hingga Bapak Jokowi. Jika dulu sewaktu saya kecil, warga biasa mungkin tidak bisa masuk ke bangunan ini kecuali untuk acara khusus, kini Gedung Balaikota Jakarta bisa diakses oleh warga ibukota setiap akhir pekan, setiap jam 9 pagi hingga jam 5 sore.

Bus Double Decker a la Jakarta : Nyaman dan Gratis!

Bus tingkat wisata a la kota Jakarta, dikelola oleh PT Transportasi Jakarta. (foto: dok.pri)
Bus tingkat wisata a la kota Jakarta, dikelola oleh PT Transportasi Jakarta. (foto: dok.pri)

Puas berfoto-foto ria di Gedung Balaikota Jakarta, rombongan ID Corners melanjutkan perjalanan menuju Kota Tua Jakarta menaiki bus wisata yang disediakan Pemprov DKI. Bus wisata dua tingkat ini sepintas memang mirip dengan bus-bus double decker yang bisa kita temukan di London, ibukota Inggris Raya. Bedanya, bus tingkat punya warga Jakarta ini tiketnya gratis.. tis.. tis.. dan busnya sangaaaat nyaman!

Bus tingkat wisata ini sudah ada sejak bulan Februari 2014 yang dikelola oleh PT Transportasi Jakarta. Saya pernah ‘nggak sengaja’ naik bus ini, meski bukan untuk jalan-jalan, sewaktu hendak pulang ke kosan dari kawasan Thamrin :D. Berhubung menunggu bus rute Grogol-Kampung Melayu yang lewat di depan Plaza Indonesia agak lama, begitu bus wisata bercat nggonjreng (ada yang warna merah, ada juga yang kuning, dan warna-warni mencolok lainnya) ini berhenti di depan halte, ya sudah saya naik saja sampai ke depan Museum Gajah, he he he. Bus wisata ini tidak kalah nyamannya dengan busway, malah lebih luas dan lebih besar dengan sepasang kursi untuk dua row di kedua tingkat. Selain itu, bus wisata yang ditempeli nama produk yang mensponsori plus slogan ‘Enjoy Jakarta‘ juga dilengkapi dengan dua orang tour guide syuantiek-cuantik ;).

Bus Double Decker Wisata Jakarta berciri khas warna-warni yang nggonjreng mengantarkan para wisatawan dan penduduk dengan berbagai rute spesifik. (foto: dok.pri)
Bus Double Decker Wisata Jakarta berciri khas warna-warni yang nggonjreng mengantarkan para wisatawan dan penduduk dengan berbagai rute spesifik. (foto: dok.pri)

Ada tiga rute yang dilalui bus wisata Jakarta ini sesuai temanya, yaitu “Art and Culinary“, “History of Jakarta” dan “Shopping Experience/Jakarta Modern“. Detail rutenya sebagai berikut:

History of Jakarta: Monas – Balaikota – Museum Nasional – Gedung Arsip – Museum Bank Indonesia – BNI 46 – Pasar Baru – Juanda – Monas

Art and Culinary:  Monas – Balaikota – Harmoni – Gedung Arsip – Museum Bank Indonesia – BNI 46 – Sawah Besar – Pecenongan – Monas

Shopping Experience/Jakarta Modern (pastilah singgahnya ke tempat-tempat belanja 😉 ): Monas – Balaikota – Sarinah – Plaza Indonesia – Museum Nasional – Pecenongan – Pasar Baru – Juanda – Monas

Jam beroperasinya bus ini mulai jam 9 pagi hingga 5 sore untuk weekdays (termasuk Sabtu), kecuali hari Minggu baru mulai jalan jam 12 siang sampai dengan jam 8 malam. Catet!

patung Arjuna yang menarik kuda menyimbolkan kemenangan, disebut Arjuna Wijaya, dibangun tahun 1987 oleh mendiang Presiden Soeharto. (foto: dok.pri)
patung Arjuna yang menarik kuda menyimbolkan kemenangan, disebut Arjuna Wijaya, dibangun tahun 1987 oleh mendiang Presiden Soeharto. (foto: dok.pri)

Sepanjang perjalanan menuju Kota Tua, tour guide bus menjelaskan kepada para penumpang (maksudnya kami, rombongan ID Corners) melalui microphone mengenai beberapa spot bersejarah di Jakarta, plus patung-patung serta monumen yang kami lewati. Misalkan patung iring-iringan kuda  yang menarik keretanya Arjuna Wijaya di depan gedung Indosat Ooredoo itu ternyata dibuat setelah mendiang Presiden Soeharto melakukan lawatan ke Turki dan melihat banyak monumen bersejarah di sana. (Ah, saya jadi kangen pingin ke Turki lagi 😀 ).

Kota Tua, Situs Warisan Dunia UNESCO

Berhubung perjalanan menuju Kota Tua lumayan macet (yah maklum Jakarta di hari Sabtu siang nggak pernah nggak macet :p), maka kami hanya berhenti sekitar sepuluh menit di Kota Tua untuk berfoto rame-rame. Ada yang beda di Kota Tua Jakarta kali ini, dibandingkan masa lima tahun yang lalu ketika saya berkunjung ke sana. Selain tentunya jauh lebih crowded dan penuh sesak :D, kini pengelolaan wisata Kota Tua semakin lebih rapi dengan adanya information center booth yang berdiri tepat pinggir alun-alun bertuliskan Pusat Informasi Kota Tua. Selain itu sepeda-sepeda onthel yang disewakan berjejer lebih rapi dengan warna-warni dan dekorasi yang lebih kinclong.

Kota Tua Jakarta terus berbenah demi mencapai misi menjadi situs bersejarah warisan dunia (World Heritage) oleh UNESCO tahun 2017 nanti. (foto: dok.pri)
Kota Tua Jakarta terus berbenah demi mencapai misi menjadi situs bersejarah warisan dunia (World Heritage) oleh UNESCO tahun 2017 nanti. (foto: dok.pri)

Kota Tua Jakarta terus dilestarikan oleh Pemprov DKI dengan melakukan berbagai pembenahan, seperti dibuatnya lokalisasi resmi pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Cengkeh, tempat parkir terpadu, dan memberikan hak pengelolaan sebanyak 98% terhadap beberapa bangunan bersejarah kepada BUMN serta perusahaan swasta. Upaya ini dilakukan agar Kota Tua Jakarta dapat dinominasikan sebagai situs kebudayaan bersejarah warisan dunia (World Heritage) oleh UNESCO pada tahun 2017. Keren yaaa… akhirnya kota kelahiranku tercinta nantinya bisa berjejer bareng dengan situs-situs bersejarah dunia lainnya seperti Pompei (Italia), Kapadokya (Turki), La Petite France Strasbourg (Prancis), dan masih banyak lagi! 😉

Gemerlap Jakarta by Night dari  Puncak Monas

Rombongan ID Corners kembali melintas ke jalanan protokol ibukota dan tiba di halaman luar Monas sekitar jam lima sore. Tujuan tutama dari jalan-jalan keliling kota Jakarta kali ini memang melihat keindahan kota Jakarta pada malam hari, Jakarta by Night istilah kerennya, dari atas puncak Monas setinggi 132 meter.

Wisata Malam Monas yang sudah dijalankan sejak April 2016, semakin banyak menarik wisatawan untuk melihat seisi kota Jakarta dari puncak Monas, terlebih di waktu malam. (foto: dok.pri)
Wisata Malam Monas yang sudah dijalankan sejak April 2016, semakin banyak menarik wisatawan untuk melihat seisi kota Jakarta dari puncak Monas, terlebih di waktu malam. (foto: dok.pri)

Kalau dulu, yah sekitar zaman lima tahun yang lalu deh, jam berkunjung Monas dibatasi hingga jam 4 sore saja, kini sejak pemerintahan gubernur yang baru, tepatnya mulai tanggal 5 April 2016, Monas mulai membuka program Wisata Malam Monas sampai dengan jam 22! Kereen, khaaan… Jadi, siapa pun dia, baik warga Jakarta, luar kota, maupun wisatawan asing, dapat memanfaatkan momen-momen terindah melihat Jakarta di waktu malam yang gegap gempita dengan kerlap-kerlip lampu gedung pencakar langitnya.

Berhubung banyak sekali pengunjung yang ingin melihat pemandangan Jakarta dari puncak Monas, kami sudah harus berkumpul di halaman lingkar luar Monas sebelum jam 6 sore, supaya kebagian naik kereta antarjemput yang disediakan pihak pengelola. Ya, untuk bisa masuk ke dalam Monas sekarang nggak perlu lagi jalan kaki panas-panasan, tetapi menggunakan Kereta Wisata Monas berjumlah tiga gerbong dengan jendela terbuka berkapasitas 36 penumpang, dan gratis! (Tapi masuk Monasnya tetap bayar, yaa.. Rp 20ribu untuk dewasa, dan Rp 10ribu untuk anak-anak). Jangan kuatir nggak kebagian tempat duduk, karena kereta wisata ini lewat setiap 10 menit dan beroperasi dari jam 8 pagi hingga pukul 17.30. Malam hari Kereta Wisata Monas beroperasi lagi dari jam 7 malam sampai Monasnya tutup.

Kereta Wisata Monas, mengantarkan pengunjung melintasi halaman Monas sebelum masuk ke dalam monumen secara gratis! (foto: dok.pri)
Kereta Wisata Monas, mengantarkan pengunjung melintasi halaman Monas sebelum masuk ke dalam monumen secara gratis! (foto: dok.pri)

Saya dan beberapa teman blogger ID Corners dengan tertib menunggu giliran menaiki puncak Monas menggunakan lift yang ada di lingkar dalam, dengan kapasitas 10 orang. Kami sempat mengobrol dengan Bapak-Bapak yang bertugas mengoperasikan lift, apakah dia bekerja terus-terusan atau bergantian. Soalnya ‘kan kebayang berada terus-terusan di dalam kotak yang sempit dan pengap bakalan bosan, apalagi jam beroperasinya sampai jam 10 malam, he he he. Ternyata si Bapak ini bergantian dengan ketiga orang lainnya untuk jam shift siang, dan tidak melulu berada di dalam lift. Jika tidak mengoperasikan lift, si Bapak akan ditugaskan untuk berjaga  di taman lingkar dalam Monas.

Jakarta by Night dilihat dari puncak Monas setinggi 132 meter. (foto: dok.pri)
Jakarta by Night dilihat dari puncak Monas setinggi 132 meter. (foto: dok.pri)

  Di puncak Monas, selain bisa melihat langsung dengan mata telanjang keseluruhan pemandangan kota Jakarta di waktu malam, pengunjung juga bisa melihat lebih jelas gedung-gedung, lapangan serta taman-taman ibukota melalui lensa teropong yang berjumlah dua unit dan ditempatkan di dua sudut. Untuk dapat menggunakan lensa teropong ini, pengunjung cukup memasukkan koin Rp 1000,-. Yah, kayak ngeliat pemandangan kota Paris dari Menara Eiffel gitu, deh ;).

*

Perjalanan keliling kota Jakarta bersama ID Corners pun akhirnya tuntas. Perjalanan yang memakan waktu 8 jam ini, bagi para blogger pastinya memerlukan HP dan power bank yang berkualitas prima agar bisa memotret sebanyak mungkin sudut-sudut kota Jakarta yang menarik buat di-aplot, dong ;). Untungnya, ada power bank Asus ZenPower Ultra yang mempunyai kapasitas baterai 20.100 mAh, artinya bisa men-charge HP yang bertahan semalam suntuk, bahkan ada lampu LED yang sangat membantu menerangi perjalanan keliling Monas di malam hari. Smartphone Asus Zenfone 3 juga canggih banget buat ngambil gambar alias foto-foto pemandangan Monas berkualitas prima hingga sebesar 64 Megapixel dengan kamera Sony IMX298, plus kapasitas memori RAM 4 GB! Bisa juga buat ngerekam video anti-goyang dan anti-blurred alias nggak buram. Hadeh, nggak perlu lagi repot-repot bahwa pocket camera deh kalau begitu ;p.

Asus Zenfone 3 dan Asus ZenPower Ultra untuk kebutuhan para travel blogger yang aktif! (foto sumber: www.asus.com)
Asus Zenfone 3 dan Asus ZenPower Ultra untuk kebutuhan para travel blogger yang aktif! (foto sumber: http://www.asus.com)

Enjoy Jak Night bareng ID Corners kali ini keren banget, deh, such an amazing and great experience to see the lovely Jakarta. Tapi yang paling keren sih justru sebenarnya Pak Gubernurnya, ha ha ha.. udah ah nanti dikira kampanye politis :). Ayuk, kita kenalkan kota Jakarta dan ajak teman-teman, keluarga, saudara, pacar, semuanyaaa deh untuk melihat Jakarta yang lebih keren dan lebih asyik ;). ***

Tulisan ini diikutsertakan dalam Jakarta Night Journey Blog Competition oleh Indonesia Corners yang disponsori oleh Asus Indonesia

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. wah kumpul kumpul id corners ini. seru banget pastinya ya. salam ya kenal ya mba

    1. dinamars says:

      Iya salam kenal, Mas. Ini sudah setahun yg lalu 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s