Berakhir Pekan di Puncak Pass Resort Yang Asri dan Sejuk

Sampai sekarang, Puncak masih menjadi daya tarik bagi warga Jakarta dan sekitarnya untuk menghabiskan liburan singkat. Meskipun harus mengarungi kemacetan yang bisa luar biasa parah, terutama pada hari-hari ‘kejepit’atau akhir pekan. Saya masih ingat sewaktu kecil, pergi berlibur akhir pekan ke Puncak bareng orangtua dan kakak saya. Alih-alih bisa mencapai daerah Puncak dalam waktu kurang dari dua jam, kami malahan harus terjebak di jalan hingga 8 jam!

menghilangkan kepenatan ibu kota, santai dulu yuk di taman yang asri ini :). Lokasi : Puncak Pass Resort (foto: dokpri)

Travel Jakarta-Puncak: Ada Loh!

selamat datang di Puncak Pass Resort! 🙂 (foto: dokpri)

Makanya, untuk mensiasati kemacetan ini, saya dan teman-teman saya berangkat dari Jakarta pagi-pagi sekali. Setelat-telatnya jam 6.30 pagi deh, agar ketika keluar tol Ciawi tidak terjebak macet yang mulai merayapi jalanan jam 8. Dan, saya baru tahu bahwa sekarang juga ada loh layanan travel Jakarta-Cipanas-Jakarta dengan rute melewati Puncak. Jadi, saya tidak perlu repot-repot naik kereta ke Bogor terlebih dahulu, walaupun memang biaya yang dikeluarkan akan sedikit lebih mahal. Biaya tiket travelnya sendiri sekitar Rp 70.000,-,s.d. Rp 80.000,- tergantung perusahaan travel yang kita pesan.

Puncak Pass Resort ini terletak persis di pinggir jalan raya Puncak Pass. Papan plang juga terlihat dari jalan raya. (foto: dokpri)

Cakupan daerah penjemputan travel di Jakarta juga tidak bisa sampai ke kota-kota pemekaran di luar Jakarta. Jadi, buat teman-teman yang tinggal di Bekasi, Tangerang, Depok, kalau mau naik travel mendingan janjian dijemput di lokasi atau tempat di daerah pusat Jakarta saja. Kebetulan saat itu saya masih nge-kost di daerah Salemba, jadi supir travel bisa menjemput saya di kos.

begitu masuk ke bangunan utama, kita akan disambut dengan lobby hotel di bangunan utama yang tampak cozy ini. (foto: dokpri)

Sampai di Puncak, waktu masih menunjukkan kurang dari jam sembilan pagi, saya dan teman-teman pun turun di Puncak Pass Resort, tempat menginap kami selama long weekend. Sesuai namanya, penginapan ini memang terletak di daerah Puncak Pass alias kawasan paling tinggi dari Puncak, so hawanya terasa sangat sejuk dan pemandangannya… indaaah banget. Rasanya sudah bertahun-tahun nggak ke Puncak sejak terakhir zaman kuliah untuk diospek, karena malas kena macetnya itu.

 

Restoran di Puncak Pass Resort

meja resepsionis di Puncak Pass Resort, dengan dominasi kayu dan warna coklat temaram. (foto: dokpri)

Puncak Pass Resort merupakan sebuah tempat menginap bergaya resort (rumah-rumah bungalow) yang dibangun di atas tanah berbukit-bukit seluas lima hektar. Bungalow sendiri artinya rumah peristirahatan, biasanya terletak di daerah pegunungan atau pantai. Menurut literatur dari internet yang saya baca, bangunan ini ternyata sudah didirikan sejak tahun 1928! Dulunya berupa sebuah restoran dengan empat buah bungalow, didirikan oleh Meneer Colijn asal Belanda, lalu berganti kepemilikan dan direnovasi sekaligus diperluas sejak tahun 1975.

kamar tipe rumah bungalow cocok untuk keluarga yang membawa mobil. (foto: dokpri)

Selain bungalow yang lebih cocok ditawarkan kepada keluarga yang membawa mobil pribadi, ada juga kamar-kamar yang tersedia di dalam bangunan utama berupa gedung tiga lantai. Yang unik, ketika kita memasuki bangunan utama menuju meja resepsionis merupakan lantai tiga, yang juga terdapat restoran bernuansa indoor serta outdoor.

Saguling Restaurant, resto outdoor yang terletak di samping bangunan utama. Asik banget buat menikmati udara segar plus pemandangan mengarah ke Gunung Salak. (foto: dokpri)

Di Waringin Restaurant, yang merupakan restoran indoor, pengunjung dapat menikmati suguhan live music setiap Sabtu malam. Sementara, Saguling Restaurant merupakan nama restoran outdoor yang juga terletak di lantai yang sama. Pengunjung tidak usah kuatir kehujanan karena bagian atasnya ditutupi atap kaca triplek transparan berlapis kayu. Di lantai tiga ini juga dapat kita temukan toilet untuk pengunjung restoran yang terletak di sisi lorong, lalu lorong itu menuju ke aula di bagian belakang.

Pintu masuk ke Mahony Restaurant, biasanya dipakai sebagai tempat untuk sarapan. (foto: dokpri)

Ada satu lagi restoran yang biasanya dipakai untuk menyajikan menu sarapan bagi para tamu yang menginap, yaitu Mahony Restaurant, tapi tidak terletak di dalam bangunan utama. Untuk menuju ke sana, para tamu bisa berjalan kaki sepanjang kira-kira 500 meter, atau menaiki kendaraan yang disediakan hotel. Tapi sih biar sehat lebih baik jalan kaki saja, apalagi udara pagi-pagi segar banget dan sejuuuk… , kecali kalau hujan. Restoran ini juga dibagi ke dua ruangan indoor dan outdoor. Enaknya kalau di ruangan outdoor, para tamu bisa menikmati pemandangan yang asri berupa pepohonan hijau dan pegunungan. Cocok banget nih buat Anda yang sedang membutuhkan ketenangan untuk mencari inspirasi, atau sekadar relaksasi.

bagian outdoor Mahony Restaurant juga cozy banget buat menikmati udara sejuk pegunungan. (foto: dokpri)

 

 

Fasilitas Kamar, Taman Bermain dan di Puncak Pass Resort

Kamar tidur Deluxe di dalam bangunan utama Puncak Pass Resort. (foto: dokpri)

Kamar di Puncak Pass Resort ini ada tiga tipe, yaitu Superior, Deluxe dan Suite. Kamar-kamar yang terletak dalam bangunan utama merupakan tipe kamar Deluxe, termasuk kamar yang saya tempati bersama Mbak Lia, teman saya sesama komunitas EHI. Di dalam setiap kamar tersedia fasilitas untuk membuat kopi dan teh dengan termos water heater, sandal hotel, lemari pakaian, kulkas, line telepon, wifi, dan televisi kabel.

Kamar mandi hotel Puncak Pass Resort dilengkapi dengan bilik shower. (foto: dokpri)

Sementara itu, kamar mandi untuk kamar Deluxe yang saya tempati dilengkapi wastafel, toiletries (sabun, sampo dan alat-alat mandi), kloset, dan handuk. Untuk mandinya tidak menggunakan bath tub, melainkan bilik shower dilapisi kaca transparan.

Tiap kamar di bangunan utama punya balkon yang menghadap ke hamparan rerumputan dan rumah-rumah bungalow. Selain itu, para tamu yang menginap juga dapat menikmati pemandangan pepohonan daun cemara yang menghiasi jalan-jalan berkelok di antara rumah-rumah bungalow. Anda yang ingin tahu kisaran tarif menginap, rate per kamar mulai dari Rp 900.000,- per malam.

balkon di tiap kamar hotel yang menghadap ke hamparan rerumputan dan rumah-rumah bungalow Puncak Pass Resort. (foto: dokpri)

Tamu yang membawa keluarga bisa membawa anak-anaknya ke taman bermain, loh. Taman bermainnya berupa hamparan rumput luas dengan mainan jungkat-jungkit dan dua buah ayunan. Selain itu, hiasan bunga-bunga Hortensia membuat taman ini menjadi terlihat sangat asri dan cantik. Lampu-lampu yang menghiasi setiap jengkal taman bergaya lampion Jepang yang klasik banget.

Oya, ada juga fasilitas kolam renang, tapi letaknya lumayan jauh. Kolam renangnya saya lihat juga tidak dirawat dengan baik. Mungkin karena hawa di kawasan tertinggi di Puncak ini begitu dingin, jadi orang beranggapan tidak ada yang ingin berenang. Saya sendiri tidak menyarankannya karena tidak terlalu dirawat. Saya juga nggak berani untuk nyebur sih karena hawanya memang suejuuuk, he he he…

Area bermain Puncak Pass Resort untuk anak-anak di lapangan rumput yang luas. Orang dewasa juga boleh, koq :)> (foto: dokpri)

Anda yang ingin mengajak keluarga untuk melepas penat sejenak dari hiruk-pikuk ibukota, Puncak Pass Resort bisa menjadi salah satu pilihan menginap selama akhir pekan atau long weekend. Tapi… itu tadi ya, untuk perjalanan menuju Puncak dan sebaliknya, saya sarankan agar memperhatikan jam buka tutup untuk menghindari kemacetan parah. ***

NB :

Teman-teman yang membutuhkan kontak jasa travel ke Puncak yang saya gunakan, berikut ini nama dan nomornya: Hidayat Travel 0815 9013 338. Harap diingat Pak Hidayat hanya bisa antar jemput pagi saja.

Alamat Puncak Pass Resort: Jl. Raya Puncak KM 90, Sindanglaya, Puncak 43253, Indonesia

Telepon: (0263) 512503

 

 

Advertisements

6 Comments Add yours

  1. Ignasia Kijm says:

    Dina. Travel itu antar sampai ke hotel ya?
    Aku jadi ingat th 2012 pernah ke Cipanas naik travel dr pintu tol Bogor, jd dr jkt aku naik KRL k bogor trus naik angkot k pintu tol. ternyata ada ya travel yg langsung dr jkt. sip2. tks Dina infonya

    1. dinamars says:

      Iya sampai ke hotelnya, Nas 🙂

  2. Erny Kurnia says:

    Wah aku seumur-umur baru sekali ke puncak. Ternyata mirip Kaliurang kalau di Jogja

    1. dinamars says:

      Aku malah belum pernah nginep di Kaliurang, cuma lewat aja sebentar 🙂

  3. rahmiaziza says:

    Asik banget liburan di puncak. Tapi kalo kesono prefer weekday kali ya bjar ga macet, n mungkin resortnya lbh murah 😀😀

    1. dinamars says:

      iya betul, Mbak Rahmi, pastinya tidak semacet akhir pekan atau long weekend. Tapi kalau tarif kamarnya sih kayaknya sudah fixed, Mbak 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s